(TO // MEDAN) — Jarak ribuan kilometer tidak menghalangi seorang anak untuk memberikan penghormatan terakhir kepada ayahandanya. Kabar berpulangnya Kapten (Purn.) Muhammad Hasan Thasaro pada Kamis, 13 Agustus 2026, membawa Letkol Laut (KH) Muhammad Saleh Cahyadi Mohan yang tengah bertugas di Papua untuk segera kembali ke Medan.
Perjalanan dari tanah Papua menuju Sumatera bukanlah perjalanan singkat. Dari wilayah penugasan di Paniai, perjalanan dilanjutkan melalui Timika, Makassar, Jakarta hingga akhirnya tiba di Medan.
Namun perjalanan panjang itu tidak dipandang sebagai sebuah pengorbanan. Bagi Saleh, perjalanan tersebut hanyalah bakti seorang anak yang ingin mengantarkan ayahnya untuk terakhir kali.
Almarhum Kapten (Purn.) Muhammad Hasan Thasaro merupakan purnawirawan TNI yang telah mengabdikan sebagian perjalanan hidupnya kepada bangsa dan negara.
Kini, nilai pengabdian itu diteruskan oleh generasi berikutnya. Bukan semata-mata melalui pangkat atau jabatan, melainkan melalui nilai disiplin, tanggung jawab, kehormatan, dan kecintaan kepada Indonesia yang diwariskan dalam keluarga.
Dengan izin Allah SWT, Saleh akhirnya dapat hadir bersama keluarga dan turut mengantarkan Ayahanda ke tempat peristirahatan terakhir di Taman Makam Bahagia Medan, Sumatera Utara.
Tidak ada yang lebih disyukurinya selain kesempatan untuk berdiri bersama keluarga, mengiringi kepergian seorang ayah yang selama hidupnya telah memberikan teladan tentang keluarga dan pengabdian.
“Saya datang bukan sebagai seorang perwira. Saya datang sebagai seorang anak yang ingin menunaikan bakti terakhir kepada Ayah. Pangkat dan jabatan suatu hari akan selesai, tetapi kewajiban berbakti kepada orang tua tidak pernah kehilangan maknanya.”
Kepergian Almarhum meninggalkan duka, tetapi juga sebuah warisan nilai: bahwa pengabdian kepada keluarga dan pengabdian kepada negara dapat berjalan dalam satu tarikan napas—dengan Merah Putih tetap di dada.
Selamat jalan, Ayahanda.
Pengabdianmu telah selesai, tetapi nilai-nilaimu akan terus hidup pada anak dan cucumu. Allahummaghfir lahu warhamhu wa ‘afihi wa‘fu ‘anhu.
