Headlines

illegal Logging Marak di Paket D Kec Bunga Raya Kab Siak, Aparat Diminta Bertindak



targetoperasi.com - Maraknya praktek illegal logging (pembalakan liar) di Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak berdampak pada kegundulan hutan. Apabila hal ini tidak segera diantisipasi (stop) oleh aparat penegak hukum, tidak menutup kemungkinan berdampak kurangnya resapan air yang dapat mengakibatkan bencana. Dari perspektif ekonomi, penebangan liar (illegal logging) jelas mengurangi pendapatan dan devisa Negara.

Pantauan team gabungan,
LPI Tipikor RI Pusat, Media dan LSM KPFI-RI dilapangan sungguh mengejutkan, dimana terdapat Somil (alat potong) kayu yang sangat menjamur di paket D Kecamatan Bunga Raya tersebut. Padahal enam bulan yang lalu sudah di stop oleh aparat Kodim Bengkalis.

Ketika team meninjau lokasi penumpukan kayu, para pemilik tidak terlihat ditempat. Yang lebih gawatnya lagi  ketika didekati para pekerja juga  tampak lari masuk kedalam rumah, terkesan takut saat team gabungan mendatangi beberapa lokasi somil mereka.

Disatu sisi para pemain kayu illegal ini terbilang orang nya itu-itu juga, masih pemain lama, seperti Ujang, Kakek, Budi, Sutris, dan Bambang. Walau sudah pernah ditangkapi dan usaha mereka sempat ditutup, namun tak membuat gentar para pembalak liar ini, buktinya saat ini mereka kembali beroperasi.

Melihat hal itu, pengurus LPI Tipikor RI, Suwandi dan team gabungan meminta kepada aparat penegak hukum di Kabupaten  Bengkalis agar segera turun dan kembali menutup usaha illegal logging yang ada di paket D Kecamatan Bunga Raya ini, dengan harapan jangan ada lagi usaha illegal logging di sana selamanya.

"Melihat maraknya aksi pembalakan liar di paket D Kecamatan Bunga Raya ini, diminta aparat penegak hukum segera bertindak melakukan penertiban, dan segera menangkapi otak pelakunya", ujar Suwandi, seraya menambahkan aksi illegal logging ini sudah jelas  berdampak buruk bagi alam yang dapat mengakibatkan banjir dan tanah longsor.  (Fendi)

Target Operasi.com Copyright © 2017

Gambar tema oleh Bim. Diberdayakan oleh Blogger.